Jumat, 04 April 2014

Jenis - Jenis Model Sistem pada Perusahaan

Jenis-jenis Model Sistem pada Perusahaan

Suatu Organisasi atau perusahaan mempunyai modul system yang berbeda. Terdapat beberapa model system di perusahaan yaitu:
1.      Model Fisik ; penggambaran entitas dalam bentuk 3 dimensi.
2.      Model Naratif ; menggambarkan entitas secara lisan atau tulisan.
3.      Model Grafik ; menggambarkan entitas dengan sejumlah garis atau symbol.
4.      Model matematika ; sebagian besar perhatian dalam pembuatan bisnis (business modeling) saat ini tertuju pada model matematika. Keunggulannya, ketelitian dalam menjelaskan hubungan antara berbagai bagian dari suatu objek.

Kegunaan Model :
1.      Mempermudah Pengertian, suatu model pasti lebih sederhana dari pada entitasnya. Entitas lebih mudah dimengerti jika elemen-elemennya dan hubungannya disajikan dalam cara yang sederhana.
2.      Mempermudah Komunikasi, setelah problem solver mengerti entitasnya, pengertian itu sering pula dikomunikasikan pada orang lain.
3.      Memperkirakan Masa Depan, ketelitian dalam menggambarkan entitas membuat model matematika dapat memberikan kemampuan yang tidak dapat disediakan model-model jenis lain.

Model Sistem Umum :

1.      Sistem Fisik, merupakan sistem terbuka, yang berhubungan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya fisik.
Arus sumber daya fisik yang mengalir :
·         Arus material.
·         Arus personil.
·         Arus mesin.
·         Arus uang.

2.      Sistem Konseptual,
Sebagian sistem terbuka dapat mengendalikan operasinya sendiri, sebagian lagi tidak. Pengendalian ini dapat dicapai dengan menggunakan suatu lingkaran yang disebut “Lingkaran Umpan Balik” yang menyediakan suatu jalur bagi sinyal-sinyal dari sistem ke mekanisme pengendalian begitu pula sebaliknya.

Tahapan Pemecahan Masalah dengan Menggunakan Pendekatan Sistem
1.      Usaha Persiapan
·         Memandang perusahaan sebagai suatu sistem.
·         Mengenal sistem lingkungan.
·         Mengidentifikasi subsistem perusahaan.

2.      Usaha Definisi
·         Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem.
Tujuannya : mengidentifikasi tingkat sistem tempat persoalan berada.
·         Menganalisis bagian-bagian sistem dalam suatu urutan tertentu :
a.       Mengevaluasi standar.
b.      Membandingkan output dengan standar.
c.       Mengevaluasi manajemen.
d.      Mengevaluasi pemroses informasi.
e.       Mengevaluasi input dan sumber daya input.
f.       Mengevaluasi proses.
g.      Mengevaluasi sumber daya output.

3.      Usaha Persiapan
·         Pertimbangan alternatif yang layak.
·         Mengevaluasi berbagai solusi alternatif.
·         Memilih solusi terbaik.
·         Menerapkan solusi.
·         Memastikan bahwa solusi tersebut efektif.

Faktor Manusia yang Mempengaruhi Pemecahan Masalah

3 Kategori manajer dalam merasakan masalah :
1.      Penghindar masalah, manajer mengambil sikap positif dan menganggap semua baik-baik saja.ia berusaha menghalangi kemungkinan masalah dengan mengabaikan informasi.
2.      Mengumpulkan Informasi :
·         Gaya teratur, mengikuti gaya management by exception dan menyaring segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan area minatnya.
·         Gaya menerima, manajer jenis ini ingin melihat semuanya, kemudian menentukan apakah informasi tersebut bernilai baginya/orang lain dalam organisasi.

3.      Menggunakan informasi untuk memecahkan masalah :
·         Gaya sistematik, manajer memberi perhatian khusus untuk mengikuti suatu metode yang telah ditetapkan. misal. : pendekatan sistem.
·         Gaya intuitif, manajer tidak menyukai suatu metode tertentu tetapi menyesuaikan pendekatan dengan situasi.


Dalam Sistem manajemen basis data (database management system, DBMS), atau kadang timbul berbagai permasalahan khususnya dibidang “Data” . Diantaranya adalah istilah:
1.     Redudansi, yaitu kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan. Sebenarnya redudansi sendiri adalah hal yang bisa diramalkan (predictable) atau konvensional dalam pesan.

Misalkan Jika saya berjumpa dengan seorang teman di jalan dan berkata “Helo”, maka saya memiliki pesan yang sangat bisa diramalkan atau redundan (Highly predictable, highly redundant). Kaitannya dengan pengertian pertama ialah pesan tersebut memang sudah bisa terlamalkan dari awal kerena pesan tersebut memang sering terpakai (berulang-ulang) akan tetapi memang pesan tersebut penting disampaikan untuk memperbaiki komunikasi.

2.      Entropi, yaitu konsep acak, di mana terdapat keadaan yang kemungkinannya tidak pasti. Entropi timbul jika prediktabilitas/kemungkinannya rendah (low predictable) dan informasi yang  ada tinggi (high information). Berbeda dengan redudansi yang dipandang sebagai sarana untuk memperbaikai komunikasi, entropi dipandang sebagai suatu masalah dalam komunikasi. Biasanya dikaitkan dengan khalayak yg mempunyai tingkat homogenitas tinggi/spesifik.

3.    Reduksi Data. Dari katanya saja kita bisa mengartikan bahwa Reduksi Data adalah Suatu peleburan atau mengurangi Kapasitas Data yang besar menjadi lebih kecil akan tetapi integritas data originalnya masih tetap terjaga. Hal  tersebut dilakukan karena biasanya Data yang besar membutuhkan beban komputasi yang tinggi.

4.     Informasi, yaitu data yang telah diolah dan diproses sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk yang lebih berguna dan bermanfaat pagi penggunanya(user). Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa fungis dari informasi  khususnya dalam Sistem manajemen basis data (database management system, DBMS) adalah sebagai suatu penggambaran kejadian-kejadian nyata yang digunakan untuk proses pengambilan keputusan.

Salah satu kegiatan manajemen yang penting adalah memahami sistem sepenuhnya untuk mengambil keputusan-keputusan yang tepat yang akan dapat memperbaiki hasil sistem keseluruhan dalam batas-batas tertentu. Dengan demikian pengambilan keputusan adalah suatu proses pemilihan dari berbagai alternatif baik kualitatif maupun kuantitatif untuk mendapat suatu alternatif terbaik guna menjawab masalah atau menyelesaikan konflik (pertentangan).

Proses penurunan suatu keputusan mengandung empat unsur :

1.      Model : Model menunjukkan gambaran suatu rnasalah secara kuantitatif atau kualitatif.
2.  Kriteria: Kriteria yang dirumuskan menunjukkan tujuan dari keputusan yang diambil. Jika terdapat beberapa kriteria yang saling bertentangan, maka pengambilan keputusan harus melalui kompromi (misalnya menambah jasa langganan dan mengurangi persediaan, maka keputusan mana yang diambil perlu kompromi).
3.   Pembatas: Faktor-faktor tambahan yang perlu diperhatikan dalam memecahkan masalah pengambilan keputusan. Misalnya dana yang kurang tersedia.
4.  Optimalisasi: Apabila masalah keputusan telah diuraikan dengan sejelas jelasnya, maka manajer menentukan apa yang diperlukan (kriteria) dan apa yang diperbolehkan (pembatas). Pada keadaan ini pengambil keputusan siap untuk memilih pemecahan yang terbaik atau yang optimal.

Proses Pengambilan Keputusan

Model yang bermanfaat dan terkenal yang diajukan oleh Herbert A. Simon akan digunakan sebagai dasar untuk menjelaskan proses pengambilan keputusan. Model ini terdiri dari tiga tahap pokok, yaitu:
1.      Penyelidikan: Mempelajari lingkungan atas kondisi yang memerlukan keputusan. Data mentah diperoleh, diolah, dan diuji untuk dijadikan petunjuk yang dapat mengidentifikasi persoalan.
2.     Perancangan: Mendaftar, mengembangkan, dan menganalisis arah tindakan yang mungkin. Hal ini meliputi proses-proses untuk memahami persoalan, menghasilkan pemecahan, dan menguji kelayakan pemecahan tersebut.
3.      Pemilihan: Memilih arah tindakan tertentu dari semua yang ada. Pilihan ditentukan dan dilaksanakan.

Jadi, proses keputusan dapat dianggap sebagai sebuah arus dari penyelidikan sampai perancangan dan kemudian pada pemilihan. Tetapi pada setiap tahap hasilnya mungkin dikembalikan ke tahap sebelumnya untuk dimulai lagi. Jadi tahapan tersebut merupakan unsur-unsur sebuah proses yang berkesinambungan.
Sebagai contoh, pilihan pilihan mungkin menolak semua alternatif dan kembali ke tahap perancangan untuk menerbitkan pemecahan tambahan Kekuatan yang menggerakkan proses pengambilan keputusan dapat berupa ketidakpuasan atas keadaan saat itu atau imbalan yang diharapkan dari keadaan baru. Dalam kasus ketidakpuasan, kekuatan penggerak adalah penemuan sebuah persoalan. Dalam hal imbalan yang diharapkan, adalah hasil pencarian peluang.
Cara lain untuk menjelaskan proses pengambilan keputusan adalah dalam arti suatu kegiatan bersinambung yang digerakkan oleh sebuah sasaran mengubah sistem ( bisnis, departemen, keluarga, dan sebagainya) dari keadaan sekarang menjadi suatu keadaan baru. Keadaan yang diharapkan atau tujuan mengakibatkan suatu pencarian cara mencapainya. Proses ini sering disebut “analisis cara tujuan” (means end analysis).

Beberapa model pengambilan keputusan lebih banyak menekankan pada umpan balik hasil keputusan. Sebagai contoh, Rubenstein dan Harberstroh mengusulkan langkah-langkah berikut ini:
1.      Pengenalan persoalan atau kebutuhan untuk pengambilan keputusan.
2.      Analisis dan laporan alternatif-alternatif.
3.      Pemilihan diantara alternatif yang ada.
4.      Langkah lanjutan dan umpan balik hasil keputusan.

Kedua model tersebut tidak saling bertentangan. Model Simon pada dasarnya mengatakan bahwa pelaksanaan adalah keputusan dan bahwa keputusan lain diperlukan untuk langkah selanjutnya. Model Simon adalah relevan bagi perancangan sistem informasi manajemen. Relevansi ini diuraikan untuk ketiga tahap model Simon

Model Perilaku Pengambilan Keputusan Organisasi

Teori pelaku pengambilan keputusan mencerminkan suatu sistem terbuka. Teori tersebut lebih bersifat deskriptif daripada normatif. Empat paham penting yang dipergunakan oleh Cyert dan March untuk menjelaskan pengambilan keputusan organisasi, yaitu:
1.      Pemecahan semu pertentangan
Suatu organisasi menunjukkan suatu persatuan dan penggabungan anggota-anggota yang mempunyai tujuan dan kekuasaan yang berbeda untuk mempengaruhi tujuan organisasi. Ada pertentangan diantara bermacam-macam tujuan dari anggota-anggota organisasi

2.      Penghindaran ketidakpastian
Organisasi berada pada lingkungan yang tidak pasti. Perilaku pasar, relevansir, pemegang saham, pemerintah, dan sebagainya tidak dapat dipastikan. Teori pelaku pengambilan keputusan organisasi menyatakan bahwa organisasi akan berusaha menghindarkan resiko dan ketidakpastian dengan mengorbankan nilai yang diharapkan.

Beberapa metode yang digunakan untuk mengurangi atau menghindari ketidakpastian adalah sebagai berikut:
  1. Siklus umpan balik dan reaksi jangka pendek : Siklus umpan balik yang pendek memungkinkan seringnya keputusan-keputusan yang baru, dan dengan demikian mengurangi kebutuhan akan ketidakpastian yang akan datang.
  2. Lingkungan yang dimusyawarahkan : Organisasi berusaha mengendalikan lingkungannya dengan praktek-praktek konvensional dalam industri (kadang-kadang bersifat membatasi seperti perilaku hubungan rahasia) dengan persediaan jangka panjang atau perjanjian penjualan dan lain-lain. 
3.      Pencarian masalah
Pencarian merupakan maslah yang di dorong dan diarahkan kepada penemuan pemecahan atas masalah tersebut. Teori perilaku mempunyai dalil bahwa pencarian didasarkan atas aturan-aturan yang agak sederhana sebagai berikut:
  1. Pencarian setempat, baik yang dekat dengan gejala maupun dengan pemecahan yang ada sekarang.
  2. Apabila pencarian setempat tidak berhasil, kembangkan pencarian tersebut pertama-tama pada bidang-bidang organisasi yang lemah sebelum pindah ke bidang-bidang lainnya.

4.      Pengetahuan organisasi

Organisasi menunjukkan perilaku menyesuaikan diri sepanjang waktu. Organisasi mengubah tujuannya dan memperbaiki prosedur pencarian berdasarkan pengalamannya. Tujuan-tujuan pada tingkat keinginan dianggap berubah dalam menanggapi hasil yang diperoleh.

Bentuk Sistem Komunikasi Data

BENTUK SISTEM KOMUNIKASI DATA


Suatu sistem komunikasi data dapat berbentuk :
1.      Off-line Communication System
Data yang ditransmisikan tidak langsung diproses oleh CPU penerima. Data yang dimasukkan lewat jalur transmisi direkamkan ke disket yang tidak diproses langsung oleh CPU.

2.      On-line Communication System
Data yang dikirimkan akan langsung diterima oleh komputer pusat untuk diolah . System ini dapat berupa :
1.      Remote Job Entry System
Data yang akan dikirimkan dikumpulkan dahulu (batch) dan secara bersama-sama dikirimkan ke komputer pusat untuk diolah. Cara ini disebut juga dengan batch processing system. Hasil dari pengolahan data umumnya ada di komputer pusat dan tidak dapat langsung seketika dihasilkan karena komputer pusat harus sekaligus mengolah sekumpulan data yang cukup besar.

2.      Realtime System
Sistem ini memungkinkan untuk mengirimkan data ke pusat komputer, diolah di pusat komputer seketika pada saat data diterima dan mengirimkan kembali hasil pengolahan ke pengirim data saat itu juga. American Airlines merupakan perusahan yang pertama kali mempelopori sistem ini.

3.      Time Sharing System
Sistem ini memungkinkan beberapa pemakai komputer (multi-user) bersama-sama mengunakan komputer dan komputer akan membagi waktunya bergantian untuk tiap-tiap pemakai. Cristopher Strachy pada tahun 1959 telah memberikan ide mengenai pembagian waktu  yang dilakukan CPU dan baru pada tahun 1961 pertama kali sistem yang betul-betul berbentuk time sharing system dilakukan di Massachusetts Institute of Technology dan diberi nama Compatible Time-Sharing System yang dapat melayani sebanyak 8 user  dengan menggunakan komputer IBM 7090.

4.      Distributed Data Processing System
Merupakan bentuk yang sering digunakan sekarang sebagai perkembangan dari time sharing system. Merupakan suatu sistem komputer interaktif yang terpencar secara geografi dan dihubungkan dengan jalur telekomunikasi  dan masing-masing komputer mampu mengolah data secara independen dan mampu berhubungan dengan komputer yang lain dalam suatu sistem.

Masing-masing lokasi menggunakan komputer yang lebih kecil dibandingkan dengan komputer pusat  dan mempunyai simpanan luar tersendiri dan dapat melakukan pengolahan data tersendiri. Pekerjaan yang terlalu besar yang tidak dapat diolah di tempat sendiri maka data dapat ditransmisikan dan dapat diolah di komputer yang lebih besar atau bila data tidak tersedia di tempat sendiri dapat diambilkan dari komputer pusat.

PERANGKAT KERAS KOMUNIKASI DATA

Peralatan yang digunakan untuk melakukan interaksi / komunikasi dibedakan atas (peralatan inter aksi) :
Data Communication Equipment – DCE, untuk menyalurkan informasi antar lokasi.
Data Terminal Equipment – DTE, merupakan peralatan tempat informasi masuk dan keluar bagi pemakai maupun komputer. Di dalam sistem komunikasi data ada sistem yang mengatur hubungan dengan peralatan komunikasi data. Peralatan ini disebut Data Communication Controller Unit – DCCU.

Dalam sistem komunikasi data dikenal beberapa macam perangkat keras :
1.      Terminal
Merupakan alat yang melayani proses I/O, jadi merupakan penghubung antara manusia dengan mesin. Pemilihan terminal ditentukan oeh kebutuhan pada saat ini dan melihat perkembangan di masa datang.
2.      Komputer
Komputer atau prosesor yang dibutuhkan untuk sistem komunikasi data aak berbeda dengan prosesor untuk pengolah data. Banyak komputer dapat melayani kegiatan komunikasi data, asal saja perangkat keras dapat mengambil alih tugas yang kurang dapat dikerjakan secara efisien oleh prosesor tsb. Kebutuhan utama prosesor pada komunikasi data ialah mengolah data yang datang secara cepat dalam sistem real-time.
3.      Transmission Lines
Supaya data dapat diterima oleh penerima diperlukan suatu media untuk membawa data tersebut. Medium tersebut dinamakan Saluran Transmisi (transmission lines).
Pada dasarnya sistem transmisi dapat membawa data secara listrik atau elektro optik dan melalui satu kanal telekomunikasi. Kanal telekomunikasi merupakan saluran yang dipergunakan untuk membawa data dari sumber ke penerima.
4.      Modem
Singkatan dari Modulator – DEModulator, sesuai dengan fungsinya yaitu melakukan modulasi (merubah pulsa biner menjadi sinyal analog) dan demodulasi. Dalam komunikasi data selalu diperlukan sepasang modem yang masing-masing dipasang di pemancar dan penerima.
5.      Multiplexer
Penggabungan 2 sinyal atau lebih untuk disalurkan ke satu saluran komunikasi, sehingga terjadi efisiensi penggunaan saluran komunikasi.
6.      Concentrator
merupakan antar muka sejumlah terminal dengan saluran ke komputer pusat. Digunakan sebagai pengganti ataupun bersama-sama dengan multiplexer. Data yang diterima dikumpulkan dalam jumlah tertentu, baru kemudian disalurkan secara bersamaan ke tujuan. Sehingga Concentrator dapat membebaskan saluran komunikasi dari lalu lintas yag tidak bermanfaat, dan membebaskan komputer dari semua kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran berita tanpa salah (error free messages).

TIPE CHANNEL TRANSMISI

Terdiri dari :
1.      One-way Transmission (simplex)
Merupakan channel transmisi yang hanya dapat membawa informasi data dalam bentuk satu arah saja, tidak bisa bolak-balik. Contoh : siaran radio atau televisi.
2.      Either-way Transmission (half duplex / HDX)
Merupakan channel transmisi dimana informasi data dapat mengalir dalam dua arah yang bergantian (satu arah dalam suatu saat tertentu), yaitu bila satu mengirimkan, yang lain sebagai penerima dan sebaliknya, tidak bisa serentak. Dengan cara ini , maka dapat mengirim dan menerima data contoh: radio CB walkie-talkie.
3.      Both-way Transmission (full duplex / FDX)
Merupakan channel transmisi dimana informasi data dapat mengalir dalam dua arah serentak (dapat mengirim dan menerima data pada saat yang bersamaan). Contoh : komunikasi telepon.

PENDEKATAN DASAR JARINGAN PADA PEMROSESAN

Terdapat dua pendekatan pada jaringan komunikasi data yaitu :
1.      Jaringan Timesharing terdiri dari satu komputer yang dipakai bersama oleh beberapa pemakai yang memperoleh akses melalui terminal-terminal. Pemrosesan terdistribusi adalah suatu pendekatan dengan cara mendistribusikan komputer mini dan komputer mikro ke seluruh jaringan organisasi, pendekatan ini menggantikan Timesharing  sebagai strategi jaringan.
2.      Client/Server Computing  adalah suatu pendekatan bagi penggunaan jaringan yang didasarkan pada konsep bahwa sebagian fungsi paling baik ditangani secara lokal dan sebagian paling baik ditangani secara terpusat. Oleh karenanya merupakan gabungan pendekatan Timesharing dangan Pemrosesan Terdistribusi.

PERANGKAT LUNAK KOMUNIKASI DATA

Perangkat lunak memungkinkan semua unit perangkat keras komunikasi data bekerja sebagai satu sistem.

Perangkat lunak yang berada pada host, berfungsi :
1.      Menempatkan pesan dalam suatu urutan tertentu berdasarkan prioritas.
2.      Mengamankan catatan (log) dari setiap terminal dan memeriksa apakah suatu terminal berwenang untuk mengerjakan tugas yang diminta.
3.      Menghubungkan jaringan datacom dengan sistem manajemen database
4.      Mengamankan gangguan sewaktu listrik pada dengan menyimpan status penyimpanan primer secara periodik.

Perangkat lunak dalam front end processor, berfungsi :
1.      Menanyai dan menentukan terminal secara berurutan apakah terminal tersebut ingin menggunakan saluran.
2.      Memelihara catatan dengan memberikan waktu dan tanggal pada tiap pesan dan penomorannya.
3.      Mengubah kode dari satu jenis peralatan (misalnya IBM ) kejenis lain (misal DEC).
4.      Menyunting data
5.      Menambah dan menghapus kode routing.
6.      Memelihara file historis, termasuk memulihkan dari gangguan.
7.      Memelihara statistik atas penggunaan jaringan.

PERANAN KOMUNIKASI DATA DALAM PEMECAHAN MASALAH

Komunikasi Data mempunyai pengaruh yang bersifat perorangan maupun organisasi dalam memecahkan masalah.
1.      Pengaruh Perorangan
Manajer berhubungan dengan CBIS dalam 5 dasar untuk memperoleh informasi pemecahan masalah :
a.       Menerima laporan berkala.
b.      Memasukkan query ke dalam database dan menerima laporan khusus ( special report).
c.       Memasukkan instruksi ke model matematis dan menerima hasil simulasinya.
d.      Menggunakan otomatisasi kantor untuk mengirim maupun menerima komunikasi informal.
e.       Memasukkan instruksi ke expert system dan menerima advice (nasehat)

2.      Pengaruh Organisasi
a.       Penggunaan keputusan masalah sentralisasi, semua keputusan dibuat oleh manajemen puncak di kantor pusat. Komunikasi Data memberikan arus data dari operasi organisasi yang tersebar luas ke komputer kantor pusat. Dan sebaliknya komunikasi data juga memberikan sumbangan dengan memberikan alat komunikasi bagi keputusan manajemen puncak keseluruh bagian organisasi.
b.      Penggunaan keputusan masalah desentralisasi, manajemen puncak mendelegasikan wewenangnya dalam pembuatan keputusan tertentu kepada manajer tingkat bawahnya. Dengan demikian manajer tingkat di bawahnya dapat memecahkan masalahnya sendiri karena dapat mengakses komputer pusat dan menggunakan hardware, software dan data yang biasanya berada di kantor pusat.





Aplikasi Sistem Informasi

APLIKASI SISTEM INFORMASI

1.      Sistem informasi eksekutif
2.      Sistem informasi pemasaran
3.      Sistem informasi manufaktur
4.      Sistem informasi keuangan

Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information System)
      Kunci utamanya adalah bagaimana caranya agar informasi terbaru bisa cepat sampai kepada pihak eksekutif puncak organisasi. Sehingga dengan menggunakan EIS ini, manajemen puncak tidak akan menemui kesulitan dalam mengakses keberadaan organisasinya.
      EIS memungkinkan para eksekutif untuk menemukan data tersebut menurut kriteria-kriteria
      pemakai yang digambarkan dan memajukan pengertian yang mendalam yang berbasis informasi dan pengertian.
      Tidak seperti suatu paparan sistem informasi manajemen secara tradisional, EIS dapat membedakan antara data penting dan yang jarang digunakan, dan menjejaki aktivitas kunci kritis yang berbeda untuk para eksekutif, kedua-duanya yang bersifat sangat menolong di dalam mengevaluasi jika perusahaan sedang bertemu tujuan terpadunya. Setelah merealisasikan keuntungan2nya, orang-orang sudah menerapkan EIS di dalam banyak bidang, terutama, di dalam bidang-bidang manufacture, marketing /pemasaran, dan finance.

Sistem Informasi Manufaktur

Pada dasarnya, pabrikasi adalah perubahan bentuk bahan baku ke dalam barang jadi untuk dijual, atau proses-proses intermediate/antara yang disertai produksi atau penyelesaian akhir semi-manufactures.
Kendali operasional produksi memusatkan pada operasi sehari-hari, dan pusat gagasan untuk proses ini adalah efektivitas dan efisiensi. Eksekutif harus membuat perubahan di dalam proses-proses keputusan. EIS menyediakan evaluasi pemasok-pemasok dan para pembeli, evaluasi bahan-bahan dan bagian yang dibeli, dan analisa dari bidang-bidang pembelian kritis.

Oleh karena itu, eksekutif tsb dapat mengatur dan meninjau ulang operasi pembelian secara efektif dengan EIS . Sebagai tambahan, karena perencanaan dan pengendalian produksi sangat bergantung pada database pabrik tsb dan komunikasi-komunikasi nya dengan pusat semua pabrikasi, EIS juga menyediakan suatu pendekatan untuk meningkatkan perencanaan dan pengendalian produksi.

Sistem Informasi Marketing

Peranan eksekutif pemasaran adalah memanage ketersediaan pemasaran sumber daya untuk menciptakan suatu masa depan yang lebih efektif. Untuk ini, mereka perlu membuat penilaian-penilaian tentang resiko dan ketidak-pastian dari suatu proyek dan dampaknya bagi perusahaan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk membantu eksekutif pemasaran di dalam membuat keputusan pemasaran yang efektif, suatu EIS dapat diterapkan.

EIS menyediakan suatu pendekatan ke arah prakiraan penjualan, yang dapat mengizinkan eksekutif pasar untuk membandingkan anggaran penjualan dengan penjualan yang lampau. EIS juga menawarkan suatu pendekatan ke arah harga produk, yang ditemukan di dalam analisis proyek. Eksekutif pasar dapat mengevaluasi penetapan harga seperti hubungan mutu produk dengan harga yang dibebankan. Secara ringkas, paket software EIS memungkinkan eksekutif pemasaran untuk mengolah data dengan mencari trend, melaksanakan audit-audit dari data penjualan, dan menghitung jumlah keseluruhan, rata-rata, perubahan-perubahan, atau rasio-rasio.

Sistem Informasi Financial

Suatu analisis keuangan adalah salah satu dari langkah-langkah yang paling penting bagi perusahaan saat ini. Eksekutif perlu menggunakan rasio keuangan dan analisis arus kas untuk menaksir trend-tren dan membuat keputusan-keputusan investasi barang modal. Suatu EIS adalah suatu pendekatan yang berorientasi tanggung jawab yang mengintegrasikan perencanaan atau penganggaran dengan kendali dari kinerja pelaporan, dan ia dapat sangat menolong untuk membiayai para eksekutif.

Pada dasarnya, EIS memusatkan pada akuntabilitas kinerja keuangan dan ia mengenali pentingnya standar biaya dan fleksibilitas penganggaran di dalam mengembangkan mutu
informasi yang tersedia bagi semua level eksekutif. EIS memungkinkan para eksekutif tidak hanya dapat mengatur suatu arus yang cukup untuk memelihara operasi yang sedang berjalan tetapi juga dapat memahami bagaimana caranya memperluas operasi yang diinginkan untuk tahun yang akan datang. Sebagai tambahan, EIS adalah suatu alat yang baik untuk membantu eksekutip untuk meninjau ulang rasio keuangan, dan meneliti suatu kinerja perusahaan dan pesaing-pesaingnya.

HUBUNGAN SIM DENGAN DISIPLIN ILMU LAIN

Banyak ide yang merupakan bagian dari SIM yang ditemukan dalam disiplin akademik lainnya. Empat bidang akademis utama yang sangat berarti untuk konsep SIM, adalah :

1.      Akuntansi Manajemen
Konsep dari SIM lebih banyak mengandung Akuntansi Manajemen daripada Akuntansi Keuangan karena sistem pendukung yang digunakan oleh pemakai dengan pengambilan data dan model, berada dalam lingkup Akuntansi Manajemen.

2.      Riset Operasional (OR)
OR telah mengembangkan prosedur untuk analisis dan penyelesaian berbagai tipe masalah keputusan berdasarkan komputer.

3.      Manajemen dan Organisasi
Bidang Manajemen dan Organisasi memberikan beberapa konsep yang penting dan pengertian tentang fungsi SIM dalam suatu organisasi.

Konsep-konsep itu, antara lain :
      Sifat dari teori keorganisasian dan pengambilan keputusan secara pribadi/perorangan
      Motivasi dari setiap pribadi
      Bagian proses dan pengambilan keputusan
      Teknik kepemimpinan
      Keorganisasian yang mengubah proses
      Struktur dan desain keorganisasian

4.      Pengetahuan Komputer

Pengetahuan komputer penting untuk SIM karena meliputi algoritma, komputasi, software, struktur data dan sebagainya. Tetapi SIM bukanlah merupakan perluasan dari pengetahuan komputer, melainkan perluasan dari teori manajemen dan organisasi.