Selasa, 12 November 2013

Korelasi individu terhadap lingkungan sosial

Korelasi individu terhadap lingkungan sosial.

Lingkungan sosial

Lingkungan sosial adalah hubungan interaksi antara masyarakat dengan lingkungan.Sikap masyarakat terhadap lingkungan sosial dipengaruhi oleh nilai sosial, itulah hubungannya. Jika nilai sosial tentang lingkungan lantas berubah/terjadi pergeseran, maka sikap masyarakat terhadap lingkungan juga berubah/bergeser. Itulah sebabnya masyarakat dan nilai sosial selalu terlihat dinamis, terlepas dari baik dan buruknya lingkungan sosial.

Lingkungan sosial terdiri dari :

1.              Individu

2.             Keluarga

3.             Masyarakat

Individu

Individu adalah manusia itu sendiri yang merupakan makhluk sosial yang membutuhkan bantuan dari manusia lainnya karena tidak bisa hidup sendiri untuk menjalani kehidupan. Setiap individu memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lain.

Keluarga

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan..di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan .Didalam keluarha terjadi pembentukan karakter seseorang atau individu sebelum berinteraksi kedalam lingkungan masyarakat yang lebih luas lagi.

Masyarakat

Masyarakat adalah khalayak luas yang diluar dari lingkungan keluarga dimana di masyarakat banyak terjadi masalah dan individu harus bisa beradaptasi dengan lingkungan masyarakat yang berbeda dengan lingkungan keluarga.

Korelasi positif dan negatif individu terhadap lingkungan sosialnya.

Didalam lingkungan sosial masyarakat individu memiliki peranan positif maupun negatif terhadap lingkungan sosial masyarakat. Baik sebagai pelaku masalah maupun penyelesai masalah di lingkungan sosial masyarakat. Didalam lingkungan masyarakat banyak sekali masalah yang terjadi karena setiap individu memiliki kepentingan sendiri. Pada saat itulah individu memiliki peranan penting dalam menyelesaikan atau sebagai objek masalah itu sendiri. Sebagai makhluk sosial yang mempunyai peran berbeda dilingkungannya setiap individu memiliki kepentingan yang berbeda, yang terkadang memicu gesekan diantara individu yang lainnya.
Masalah yang ditimbulkan oleh individu tersebut dapat disebut sebagai korelasi negatif terhadap lingkungan sosialnya. Seorang individu bisa saja menimbulkan masalah yang ringan ataupun masalah yang terbilang kompleks bagi lingkungannya. Semua tergantung kepada kondisi lingkungan sosialnya sekaligus kepada penilaian individu lainnya di lingkungan tersebut. Sudah hukum sosiologi, bahwa setiap masalah pasti memiliki hukum timbal-balik kepada pelakunya, baik merupakan sanksi maupun hukuman yang berat sekalipun. Hukuman yang paling ringan biasanya berupa hukuman yang bersifat menghukum psikis individu seperti kucilan ataupun hinaan.

Dimasyarakat luas hukuman yang ringan terhadap pelaku korelasi negatif seperti kucilan ataupun hinaan ada 2 kemungkinan akibat hukuman bisa berdampak baik dan buruk bagi pelaku korelasi yang negatif tersebut. Dampak baik dari hukuman tersebut bisa membuat efek jera bagi si pelaku karena trauma akan hukuman tersebut dan dampak negatifnya bisa membuat pelaku korelasi yang negatif tersebut mempunyai dendam kepada orang-orang yang telah menghina dan mengucilkannya.

Korelasi negatif

Sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa bantuan manusia lainnya, sudah menjadi hukum alam bahwa manusia harus berinteraksi pada lingkungannya guna mempertahankan hidupnya. Terkadang interaksi yang dilakukan menimbulkan dampak negatif terhadap individu lainnya. Korelasi negatif biasanya menimbulkan kasus-kasus di masyarakat, seperti kasus pencurian, pemerkosaan, penodongan, dan yang lainnya yang dilakukan oleh individu maupun kelompok. Pelaku masalah tersebut biasanya menjadi momok utama di lingkungannya.

Sebagai contoh, tokoh individu yang pernah menjadi momok negatif di masyarakat kita karena perbuatannya yang menjadi sebuah kasus besar di masyarakat. Disini saya mengutip pangalaman dari seorang tokoh yang dulunya sebagai pelaku korelasi negatif yang menjadi momok utama dimasyarakat. Dia bernama Tan Hok Liang tapi biasa dipanggil Kok lien atau yang lebih dikenal sebagai Anton medan. Dia adalah seorang perampok kelas kakap yang sudah terbiasa keluar masuk penjara. Bahkan seluruh penjara yang dibilang angker atau keras telah ia masuki seperti penjara nusa kambangan.

Pada tahun 1970-1980 anton medan dikenal sebagai perampok yang kejam yang tidak segan-segan membunuh para korbannya. Dia melakukan perampokan karena terdorong oleh lingkungannya yang keras karena ia dikucilkan sejak masih kecil. Ia semenjak kecil sudah menjadi tulang punggung keluarga. Karena dia sebagai perampok yang terkenal kejam banyak pengusaha-pengusaha kaya yang takut akan disatroni olehnya.

Ia mempunyai banyak teman dan anak buah sehingga dia muah mengajak orang untuk berbuat kejahatan dan ini adalah salah satu contoh dari korelasi negatif akibat lingkungan sosial yang tidak bagus dari lingkungan keluarganya yang membuang dirinya dan teman-temannya yang tidak mau menerima keberadaannya akibat mantan seorang napi, tetapi dia diterima oleh teman-temannya yang senasib dengannya dengan lingkungan yang keras. Disaat ini masih banyak contoh korelasi negatif individu terhadap lingkungan sosial yang menyebabkan kasus-kasus besar.

Korelasi negatif tersebut terjadi akibat berbagai macam hal seperti: diskriminasi,kesenjangan sosial, ataupun lingkungan yang buruk didalam keluarga maupun lingkungan masyarakat yang tidak memberikan contoh yang baik terhadap individu atau manusia itu sendiri. Tetapi banyak faktor juga yang bisa merubah korelasi negatif menjadi korelasi positif dengan adanya penyetaraan hak masing-masing individu atau manusia itu sendiri di lingkungan sosial masyarakat umum. Tetapi korelasi negatif tidak mudah dihilangkan karena banyak hal dan masalah yang sangat kompleks dan bisa menyangkut banyak individu. Pemerintah juga harus berperan aktif terhadap lingkungan sosial agar tidak terjadi korelasi negatif.

Korelasi positif

Seperti yang sudah dibahas di atas ada korelasi negatif pasti ada korelasi positif. Banyak hal yang menyebabkan korelasi positif. Saya mengutip tentang pelaku kejahatan yang sudah dibahas diatas yaitu anton medan. Setelah iya keluar masuk penjara ia berfikir ingin berubah menjadi manusia yang baik seutuhnya dan berbuat baik kepada semua orang. Ini juga salah satu contoh dampak positif dari hukuman yang diterima oleh pelaku kolerasi yang negatif.

Banyak faktor juga yang menyebabkan korelasi individu yang positif terhadap lingkungan yaitu  faktor dari keluarga yang memberikan contoh yang baik, lingkungan yang pergaulannya sehat dan positif. Setiap individu memiliki hal yang bisa merubah individu tersebut menjadi objek dalam masalah masyarakat ataupun penyelesai masalah di lingkungan sosial masyarakat. Korelasi positif individu terhadap lingkungan masyarakat banyak yang sangat bermanfaat bagi orang lain. Dimana setiap orang harus berperan positif dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap individu harus menahan sifat egoisnya agar bisa menciptakan kehidupan bermasyarakat yang damai dan tentram.   

0 komentar:

Posting Komentar