Selasa, 14 Oktober 2014

Liburan Murah



Liburan murah ala mahasiswa.

        Sebelum mulai membaca cerita ini diwajibkan membaca doa terlebih dahulu. Salam untuk semua para pembaca tulisan ini. Kali ini saya akan menceritakan tentang liburan saya bersama teman-teman kelas dan seperjuangan di universitas gunadarma tercinta. Saya dengan beberapa orang teman berlibur ke kota dengan sejuta budaya yaitu kota ngayogyakarto atau bisa sering disebut Yogyakarta. Yapss kota Yogyakarta adalah kota dengan sejuta budaya dan nilai-nilai leluhur yang masih terjaga. Kota Yogyakarta juga terkenal dengan kota pelajar entah darimana julukan itu bisa tercetus mungkin kota Yogyakarta banyak pelajarnya  atau banyak lembaga pendidikan. Padahal dikota lain juga banyak pelajarnya hahaha, Lupakan.

          Langsung saja ke inti cerita liburannya . Saya yang pertama mempunyai ide untuk berlibur ke Yogyakarta pada saat liburan semester 2. Pertama saya hanya mengajak 5 orang teman saya yang bernama nanda, abah, bedul,dibya, rizuan. Ini percakapan singkat saya dan teman-teman disela waktu istirahat perkuliahan.

Saya : woi liburan semester ini kita kemana ni?? Masa di rumah aja mumpung masih muda berpetualanglah

Bedul: kemana yak??? Bebas gue mah

Saya: ke yogya aja yuk sekalian gue pulang kampung kan lebaran kemarin gak pulang.

Nanda : Ayoklah gue seumur-umur belum pernah ke yogya

Dibya: gue mah ikut aja deh, tapi naik apa? Ntar nginepnya dimana? Mahal gak biayanya??

Saya: hhm naik kereta api aja tapi yang ekonomi murah ko cuman 35ribu pulang pergi jadi 70ribu, nginep ya dirumah eyang gue. Ya sediain aja 300ribu kalo makan sehari-hari pasti dikasih ko sama eyang gue tapi jajan mah sendiri-sendiri.

Bedul: berapa lama??

Saya: hhm kalau kita naik kereta api ekonomi jadwalnya si adanya seminggu sekali. Ya seminggu deh disana

Nanda, rizuan, dibya, bedul,abah : oke deal liburan kali ini kita ke Yogyakarta.

Saya : mau ngajak yang lain gak??

Bedul  : ajak aja yang lain kali aja ada yang mau

         Lalu saya mengajak lagi teman saya  yang bernama aldo, maok, ari,anjar dan mereka mau ikut untuk jalan-jalan ke Yogyakarta. Dan kami sepakat untuk berlibur ke Yogyakarta. 2 hari setelah

perbincangan itu kami pun memesan tiket kereta api di stasiun kereta api senen dan keretanya pun kelas ekonomi maklum mahasiswa mencari yang termurah tapi yang aman.

      Singkat cerita kami pun berangkat menggunakan  kereta api kelas ekonomi tujuan Yogyakarta pada pukul 21.00. Perjalanan dari Jakarta – Yogyakarta sekitar 9 jam. Kami pun menempati kursi kami masing-masing. Setibanya di Yogyakarta pukul 06.00 pagi kami turun di stasiun kereta api  lempuyangan. Kami pun bergegas membawa tas masing-masing lalu keluar stasiun. Diluar stasiun lempuyangan terdapat mobil sewaan yang bisa mengantarkan kami ketempat tujuan yaitu kerumah eyang saya. Kami naik mobil sewaan dengan tarif 10.000 per orang. Lalu kami menyewa 2 mobil. Kami pun menuju rumah eyang saya yang terletak di desa bangun harjo imogiri bantul Yogyakarta kurang lebih 20 menit dari stasiun kereta api lempuyangan. Setibanya dirumah eyang saya, saya dan teman-teman bersalaman dengan eyang saya dan meminta ijin untuk menginap beberapa hari untuk liburan. Setelah bersalaman dan meminta ijin kami mencari kamar untuk menaruh tas lalu beristirahat untuk bertualang dihari esok.

      Keesokan harinya kami berangkat menuju ke candi Borobudur. Kami menggunakan 2 mobil perjalan sangat menyenangkan karena kami bercanda gurau sepanjang jalan. Perjalanan menghabiskan waktu 2 jam menuju candi Borobudur yang terletak di kota Magelang.


       Sebelum memasuki kawasan candi borobudur kami membayar tiket masuk seharga Rp 35.000,- /orang. Kami berkeliling dan foto-foto biar ada kenangannya buat anak cucu kami nanti kalau kami sudah pernah ke candi Borobudur yang termasuk 7 keajaiban dunia. Setelah puas berjalan-jalan dan mengagumi kemegahan candi Borobudur kami kembali pulang kerumah eyang saya untuk beristirahat.


     Dihari ketiga kami tidak pergi kemana – mana. Sore hari kami hanya berjalan-jalan keliling daerah sekitar rumah eyang saya. Menikmati senja dengan awan yang tenang suasana yang asri masih banyak pohon yang rindang , sawah dan sungai-sungai kecil, ini suasana yang sangat dirindukan ketika ada dikampung halaman.



    Dihari keempat kami berangkat ke pantai kukup dan krakal dengan menggunakan mobil, perjalanan menuju pantai memakan waktu 3 jam. Sebelum memasuki kawasan pantai krakal dan kukup kami membayar tiket masuk sebesar Rp 30.000 permobil. Sesampainya kami langsung berfoto ria dan ajang narsis hahaha. Kapan lagi bisa pergi ke pantai sebagus pantai krakal dan kukup. Pantai krakal dan kukup gak kalah ko sama pantai-pantai yang ada di bali bahkan di luar negeri. Check this out.


          Sunset yang indah dengan siluet matahari yang terbenam gak kalah sama pantai yang ada diluar negeri. Buat apa pergi keluar negeri padahal negeri Indonesia surganya pemandangan alam, menikmati keindahan di negeri sendiri lebih bijaksana dibanding menikmati keindahan dinegeri orang hahaha. Setelah puas bermain air dan berfoto kamipun pulang dan beristirahat.

          Dihari kelima saya pergi berdua dengan saudara saya ke tempat para leluhur dan tempat makam raja-raja yaitu astana kuto gede panembahan senopati yang berada di kota gede menggunakan sepeda motor perjalanan hanya 15 menit dari rumah eyang saya. Sebelum memasuki makam para raja saya menyewa pakaian abdi dalem dengan biaya seikhlasnya .Setelah menggunakan pakaian abdi dalem saya berdoa untuk para leluhur karena saya diajarkan oleh orang tua dan keluarga untuk selalu menghargai jasa para leluhur.  Setelah mendoakan para leluhur saya langsung pulang kerumah eyang saya dan beristirahat.




     Di hari terakhir saya dan teman- teman berpamitan dengan eyang dan keluarga saya. Sebelum kami ke stasiun kami berjalan-jalan ke malioboro untuk membeli oleh-oleh untuk keluarga dirumah. Oia mau ngasih tips aja nih kalo berbelanja di malioboro harus pintar menawar kalau bisa menawarnya denga menggunakan bahasa jawa agar bisa lebih murah. Setelah membeli oleh-oleh kami pun berjalan menuju ke museum vredeburg yang berada diujung jalan malioboro.



       Karena hari itu hari senin sayang museumnya tutup. Kami hanya berfoto didepan pintu masuk museum. Puas berfoto ria kamipun menuju stasiun lempuyangan untuk kembali ke ibukota dimana ibukota lebih kejam daripada ibu tiri hahaha. Itu cerita jalan-jalan ala mahasiswa yang berpetualang dengan biaya murah. Semoga cerita ini bisa bermanfaat bagi pembaca. Satu catatan aja jalan-jalan gak harus keluar negeri dan mahal ,dinegeri sendiri saja banyak yang menabjukan dengan keindahan alam dan sejarahnya, kalau bukan bangsa sendiri yang menghargai alamnya siapa yang menghargai bangsa ini?? So hargai dan jaga alam dan budaya Indonesia.